Suara orang itu terdengar sangat jelas, membuat seisi kelas mendadak hening. Nafla sangat mengenal suara itu. Tidak salah lagi, itu suara Galih. "Perhatian semuanya." Suara Galih kembali terdengar. "Gue Aquino Galih pacar sahnya Nafla Aqiu ingin mengatakan---" suara Galih terputus begitu saja. Tak lama dari itu, suara Galih langsung digantikan oleh suara bapak-bapak. "Kepada, Saudari Nafla Aqiu, harap ke kantor sekarang." "Mampus dah gue! Kena kan!" Nafla tepok jidat. "Yaudah, Nap. Buru ke kantor!" saran Maemunah. "Iye." Nafla berjalan malas ke kantor. Bisa-bisanya Galih melakukan ide gila itu. Mau disimpan di mana muka Nafla saat sudah di kantor nanti. Guru-guru pasti pada dengar. Tak usah guru, semut merah yang berbaris di dinding menatap curiga penuh tanya pun mendengar. Nafla

