Sore ini Nafla telah siap menghadapi dunia yang fana---eh maksudnya menghadapi medan pertempuran tapak suci. Dengan mengenakan seragam kebangsaan olahraga bela diri yang ditekuninya, ia berdiri di depan cermin merapikan tali yang terikat di pinggangnya. Sesuai permintaan Pak Mahpudin, Nafla dan Galih akan melatih adik kelas mereka dimulai hari ini. Sebenarnya Nafla masih agak bingung, mengapa harus bareng Galih? Apa tidak ada spesies lain? Ah sudahlah, mungkin memang sudah takdirnya. Nafla bergegas turun seusai merapikan dirinya dan meraih tas ransel kecil yang hanya berisi handuk dan air minum. Tak lupa membawa dompet yang isinya tak kurang dari lima puluh ribu. Jaga-jaga kalau ada sesuatu di jalan. Lihat saja sekarang, Galih sudah duduk di ruang TV menonton cartoon Tayo yang sudah ada

