Sedari tadi cowok yang digadang-gadang sebagai tetangga sekaligus teman sebangku Nafla yang satu itu tak bosan-bosannya menggangguinya. Mulai dari menyembunyikan tipe-x, meniup-niup rambut Nafla, sampai mengganggu konsentrasi Nafla saat menulis. Dan sekarang ia teriak-teriak kelaparan. "Nap, laper, Nap!" ucapnya tepat di telinga Nafla. El sudah masuk sekolah kembali setelah libur cukup panjang ya meski hari ini ia datang agak telat, sehingga harus mendapat hukuman menyikat WC yang baunya sangat mematikan. Sebenarnya bisa saja ia mangkir dari hukuman itu dan melanjutkan acara membolosnya, tapi ia tidak mau karena sudah terlalu rindu Nafla katanya. Kalau ia bolos lagi nanti tambah lama ketemu Naflanya. "Nap!" El memanggil Nafla sekali lagi. "Bentar." Nafla masih sibuk menyalin materi yang

