Terikat Jodoh Air mataku sudah menetes sejak tadi bahkan aku memilih kembali ke kamar. Jadi, aku mau nikah sama Rafi? Ya Allah ini sungguh kiamat kubro. “Mbar, kamu kenapa?” “Tut ... aku gak mau nikah. Hiks ... hiks ....” “Jangan gila kamu! Kamu sendiri yang minta langsung akad. Kamu mau bikin keluarga kamu malu.” “Ta-tapi ... hiks ... ta-tapi ... hiks ... aku gak mau nikah sama Rafi.” “Rafi?” Tuti menatapku penuh selidik. Kemudian matanya membola. “Maksud kamu?” “Iya.” “Astaga? Kok bisa?” “G-gak tahu. Yang jelas Rafi ... hiks ... da-tang terus ma-nggil Umi sa-ma Umi Ki-nanti.” Aku menangis lagi. Dandananku sudah tak berbentuk akibat menangis terus. Bahkan ketiga adikku sampai bingung melihatku yang sudah tersedu-sedu dengan penampilan yang acak-acakan. Tuti meminta ketiga adikk

