"Ah sial. Kenapa percobaan ku gagal lagi". Umpat dokter rizal yang sedang berada di laboratorium di rumahnya. Pria yang masih berstatus single di usia kepala tiga. Tak peduli jika telah banyak teman seusianya telah membangun kehidupan bersama orang yang dicintai. Dokter rizal masih fokus dengan ambisinya untuk menciptakan obat yang akan membuat hidupnya berubah. Melihat tikus putih yang menjadi percobaan telah mati tak lama setelah ia menyuntikkan obat yang sama dengan yang pernah ia suntikkan ke tubuh fattah. Salah satu pasiennya yang terkena luka bakar. 'padahal waktu digunakan untuk fattah, obat itu bekerja dengan baik apa obat ini hanya bisa digunakan untuk manusia?'. Pria itu berbicara di dalam hati. Setelah berhasil menyembuhkan fattah, dokter rizal jadi bersemangat untuk terus

