Chapter 30 - Pertimbangan

1704 Kata

FATTAH ANDREAS POV Seperti biasa, tiap pagi aku selalu datang ke kediaman syanti sebelum wanita itu menjalankan aktifitasnya. Sebagai seorang pengawal pribadi aku harus selalu berada disampingnya. Terus melindunginya kemanapun ia pergi walau hanya sebatas membeli makanan ringan di minimarket. Sikap keras kepala yang dimiliki wanita itu membuat aku hanya bisa mengiyakan perintahnya termasuk ajakan sarapan yang hampir tiap hari ia perintahkan. Pertama, kedua kali selalu ku tolak. Aku menyadari perbedaan status diantara kami berdua. Tapi wanita itu sama sekali tidak menyerah bahkan mengancam akan melakukan perbuatan nekat jika aku tidak mau sarapan satu meja bersamanya. Memang sudah tugasku untuk menjaganya, tapi aku sudah menganggapnya seperti cicit perempuanku. Lebih tepatnya calon cicit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN