33

787 Kata

Sebulan kemudian... Di bawah sinar matahari yang hangat di sore hari. Membuat Frans ingin menghentikan waktu saat ini. Berbantalkan paha milik Tivania, pria itu memandang langit oranye di atas sana dengan hati yang sama hangatnya dengan sinar matahari tersebut. "Apakah Gavin akan baik-baik saja?" "Dia baik-baik aja." "Aku khawatir." "Kenapa? Dia pasti lebih baik di sana daripada di sini." "Tapi tetap aja aku khawatir." Frans mengacak-acak rambut Tivania. "Kamu terlalu berlebihan. Dia akan baik-baik aja. Percaya sama aku." "Bagaimana jika nanti kita mengunjungi Gavin?" Senyum mengembang di bibir Frans. "Tentu saja. Ide bagus." Tivania ikut tersenyum lalu memeluk lengan Frans dan menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh laki-laki itu. Pandangan matanya menatap padang rumput yang hij

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN