Untunglah semuanya berjalan dengan baik. Dalam hitungan minggu Tivania sudah pulih. Frans dengan setianya datang mengunjungi gadis itu setelah pulang sekolah. Dengan beberapa catatan yang berhasil dipinjamnya dari para gadis yang rela memberikannya pada Frans dengan cuma-cuma. Perhatian Frans kali ini benar-benar membuat Tivania merasa bahagia. Seakan Frans diciptakan oleh Tuhan memang untuknya. Bahkan mami yang awalnya sempat marah mendengar semua cerita dari teman-teman Frans. Berhasil luluh karena kelima sahabatnya itu meyakinkan wanita paruh baya itu jika kejadian seperti ini tidak akan terulang. Berbeda dengan Gavin. Laki-laki itu hanya datang sekali mengunjungi Tivania dengan kepala tertunduk. "Gue mungkin nggak pantas dapet maaf dari lo. Tapi gue harap lo mau maafin semua kesa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


