EMPAT PULUH LIMA

2319 Kata

"Mil! Lo harus kuat! Ikhlasin bunda untuk pergi biar dia tenang." Yuna memegang pundak bergetar milik Milka, gadis itu terus menangis dan meraung sembari memeluk tubuh kaku nan dingin ibu nya. Yuna meremas kedua pundak Milka, air mata nya ikut mengalir mendengar isak tangis gadis itu yang tidak berhenti sejak jam 7 tadi, dimana ibu nya baru saja di kabarkan meninggal dunia. "Bunda!! Bunda kenapa bunda ninggalin Milka!! Bunda!!" Milka kembali berteriak histeris dan mengguncang tubuh kaku ibu nya yang sudah terbujur kaku di sana. Yuna menoleh ke asal suara, dimana saat dia mendengar langkah kaki terburu-buru milik beberapa orang. Mata nya langsung saja beradu pandang dengan Bia dan Rena yang baru saja datang. Langkah kedua nya tamoak terhenti dengan jarak satu meter dari posisi nya kini b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN