EMPAT PULUH ENAM

3232 Kata

Bia duduk di teras rumah Milka, sembari menikmati semilir angin sore yang menyejukkan. Di dalam sana, prosesi tahlilan sudah berakhir sekitar dua puluh menit yang lalu. Kini, satu persatu pelayat mulai meninggalkan kediaman Milka. Sementara kondisi Milka sudah mulai terlihat tegar, walaupun sesekali gadis itu masih menangis. Bia melirik ke dalam sana, dimana Milka tampak duduk bersandar di pilar rumah dengan tangan yang memeluk bingkai foto bunda nya. d**a nya berdesir melihat Milka yang seperti itu, gadis itu biasa nya selalu menebar senyum dimana pun dan kapan pun, tapi lihat lah sekarang bahkan untuk membalas senyuman orang saja dia tidak sanggup. Bia masih menatap ke dalam sana, dimana Rena dan Yuna menghampiri Milka di sana, berusaha menguatkan gadis itu. Dia sendiri memilih untuk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN