DELAPAN BELAS

2587 Kata

Rian benar-benar melakukan ucapan nya. Satu jam di malam itu, mereka habiskan di pasar malam tersebut. Mencoba berbagai wahana yang ada di sana, termasuk rumah hantu dan menyaksikan atraksi sulap dari dua orang badut yang bekerja di sana. Hingga kini mereka berada di wahana bianglala, yaitu wahana terakhir yang belum mereka naiki. Dari atas sini, Bia bisa melihat penjuru kota yang di selimuti kegelapan malam dan hanya di terangi oleh lampu jalan yang remang-remang. Sementara itu, Rian yang duduk di depan Bia ikut memperhatikan gadis tersebut. Sebuah senyuman hadir di wajah nya, saat mengingat bagaimana tawa gadis tersebut. "Ini pertama kali gue merasa lebih hidup." Bia mengalihkan pandangan nya pada Rian, sorot mata gadis itu lebih berbinar dari biasa nya. "Thanks." Rian tertegun sej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN