Alayya meringis. Alayya seakan pura-pura tuli dengan suara dering yang berulang yang berasal dari handphone nya. Kak Rangga, itulah nama kontak yang tertera di layar benda pipih nan canggih itu. Entah itu benar-benar Rangga atau Abrar yang menggunakan nomor Rangga, Alayya tidak tahu. Ia sama sekali tidak mengangkat telfon dari Rangga. Layla yang merasa risih mendengarnya pun melirik Alayya yang sedang duduk di lantai. Alayya terlihat sangat sibuk melipat dan menyusun pakaiannya ke dalam tas, itu karena besok mereka akan pulang. "Alayya, itu handphone lo bunyi terus dari tadi. Di angkat kek,kasihan itu yang nelfon di kacangin" tegur Layla setengah bercanda. Alayya tersenyum canggung pada Layla. Merasa tidak enak karena sepertinya Layla terganggu dengan suara dering handph
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


