Alayya terpaku saat pandangannya bertemu dengan Abrar. Namun hanya seperkian detik, sebelum ia menoleh ke arah orang yang meneriaki nama Abrar. Gadis itu. Batin Alayya. Ia mengenali wajah gadis yang meneriaki nama Abrar tadi. "Alayya" Alayya yang mendengar namanya di panggil pun terkejut saat melihat Abrar yang entah sejak kapan sudah berdiri di hadapannya. Sementara Layla berdiri di samping kiri, Samuel dan Ardi berdiri di samping kanan Alayya. Memperhatikan Alayya dan Abrar bergantian. Lara di tahan oleh Rangga. Rangga memegang lengan Lara dengan erat agar gadis itu tidak mendekat dan mengganggu Abrar dan Alayya. Lara yang lengannya di tahan hanya bisa meronta-ronta dan berteriak. "Apa sih lo?! Lepas!" "Diem bisa? Gak malu lo dilihatin orang-orang ?" tanya Rangga yang berhas

