"Bun, Alayya pulang nya kapan?" "Nanti sore" "Sekarang gak bisa, Bun? alayya sumpek disini. Alayya keluar ya, ya ya ya?" "Keluar kemana sih, Al ?" Alayya cemberut. "Dekat kok, Bun. Cuma mau ke taman rumah sakit" cicit Alayya. "Kan masih sakit itu. Jahitannya belum kering,nanti kalau kenapa-kenapa gimana?" Alayya menunduk lesu. "Yaudah ayo bunda temenin" ucap Bundanya. Mata Alayya berbinar senang. Namun kembali redup saat mendengar ucapan sang Bunda yang selanjutnya. "Tapi tunggu di sini dulu. Bunda mau ambil kursi roda" "Bun, yang dapat jahitankan lengan Alayya, Bukan kaki. Alayya masih bisa jalan, Bun" Baru saja Bunda nya ingin mengeluarkan suara, suara ketukan pintu mengalihkan perhatian ibu dan anak itu. "Hai" sapa seorang pria yang baru saja masuk. Alayya tersenyum.

