Panik

3219 Kata

Alayya dan Atifa mengambil minuman kemudian duduk di salah satu kursi besi yang ada di sana. Mereka tersenyum pada dua orang gadis yang sudah lebih dulu duduk di kursi itu. Kursi besi itu cukup panjang sehingga mampu di duduki oleh empat sampai lima orang. "Rame banget ya" ucap Atifa sedikit berteriak. Jika berbicara dengan nada seperti biasa pasti tidak akan kedengaran. Selain banyak orang, di aula juga di putar musik dengan volume yang cukup keras. Alayya mengangguk tanda setuju dengan ucapan Atifa. Mereka memperhatikan beberapa siswi yang menari santai di tengah-tengah aula. Satu jam telah berlalu. Sejauh ini acara berjalan dengan lancar tanpa kendala. Setelah selesai berkeliling, Alayya kembali duduk di tempat dirinya dan Atifa duduk tadi. Tapi kali ini ia duduk sendiri karena At

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN