Abrar dan Alayya baru saja memasuki gerbang tengah. Mereka melangkah dalam keheningan dan sibuk dengan fikiran masing-masing. Alayya berjalan lebih dulu sementara Abrar berjalan hanya berjarak beberapa meter saja di belakang Alayya. Sekolah masih sepi. Hanya beberapa murid saja yang sudah datang ke sekolah. Kepala Abrar sedikit menunduk karena sibuk dengan smartphone nya. Sesekali Abrar melihat ke arah jalan. Takut jika ia akan menabrak tiang atau tersandung di jalan yang berlubang. Alayya hanya berjalan biasa. Sesekali ia berpura-pura melihat ke arah kanan dan kiri sembari melirik untuk melihat Abrar yang berjalan di belakangnya. Sejak pengakuan Abrar di taman semalam, Abrar memaksa bahwa mulai hari ini ia akan menjeput dan mengantarkan Alayya pulang. Awalnya Alayya menolak. Tetapi bu

