Sore itu Dara berdoa, ia tak ingin Ken benar-benar datang untuk mengganggunya. Pagi tadi, Dara sudah dibuat menangis karena perlakuan Ken. Sejak kehadiran Ken, ia lebih sering menangis. Entahlah, mungkin lelah karena harus berurusan dengan rasa sakit yang tak ada hentinya. Dara, Warda, dan Rizky sore itu memakan ubi rebus di depan televisi. Televisi tabung yang masih menggunakan antena. Tapi gambar masih jelas meski channel tak banyak. Bukan itu poinnya, Dara merasa hangat karena mereka duduk bersama. Bercengkrama. Kadang bercanda tawa. Namun kunyahan ubi rebus di mulut mereka, tangan Rizky yang mengupas kulit ubi, serta Warda dan Dara yang sibuk menertawakan tingkah konyol tokoh kartun di acara televisi berhenti dengan kompak saat mendengar suara ketokan pintu. Ketiganya saling bertat

