Dara mengobati luka di wajah Andra. Lagi-lagi ia merasa bersalah kepada pria itu karena Ken. Dara berubah menjadi gelisah ketika ia menyebut nama Ken, meski di dalam hatinya sekalipun. Dara tak menyangka bahwa dirinya dan Ken benar-benar berakhir kali ini. Andra tak berhenti memperhatikan gerak-gerik Dara. Ekspresi wajah wanita itu tak menunjukkan bahwa dia sedang baik-baik saja. Tatapannya terlihat kosong meski tangannya sibuk mengolesi bola kapas yang sudah ditetesi obat ke arah wajah Andra. "Dara.." panggil Andra dengan suara lembut. Mata Dara yang awalnya menatap kosong kini mendongak untuk menatap mata Andra. Panggilan itu seolah menyadarkannya dari alam bawah sadar yang sibuk memikirkan Kenan. "Apa?" Balas Dara yang suaranya bahkan nyaris tak terdengar. "Kamu nggak apa-apa?

