"Halo Nai kamu di mana? Maaf baru angkat, aku habis lembur." "Kak... Aku di club yang semalem. Bisa jemput nggak? Kepala aku muter nih." "Kamu mabuk lagi?" "Hehehe iya, Kak." "Yaudah tunggu bentar." Ken memutar balik mobil yang ia tumpangi. Ia harus segera menyusul Naira. Ken tidak tahu kenapa selama beberapa hari Naira selalu mabuk. Saat Ken tanya apa gadis itu punya masalah, jawabannya selalu tidak ada. Ia tahu Naira, tidak mungkin dia melakukan suatu hal jika tidak ada alasannya. Namun yang hingga kini menjadi pertanyaan besar Ken, ia tak pernah cemburu, tak pernah marah bahkan tak pernah ingin membunuh pria mana saja yang mengajak Naira berbicara atau menari di club. Tapi berbeda dengan Dara, ia akan marah besar, ia akan menghina Dara habis-habisan agar ia tak lagi berani b

