22. Amarah

1179 Kata

Setelah berpamitan dengan orang tuanya tanpa meninggalkan kecurigaan, Arsy masuk kedalam taksi yang sudah dipesannya karena mobilnya berada dirumah Oma. Gadis itu berniat pulang kerumah Oma Nina. Saat diperjalanan, tatapan mata Arsy kosong keluar jendela. Ini semua terlalu menyesakkan untuknya. Arsy merasa benci pada dirinya sendiri sekarang. Benci pada Daniel. Benci keadaan seperti ini. "Mbak, sudah sampai." Suara supir taksi itu membuyarkan lamunan Arsy. Gadis itu keluar dan tak lupa membayar argo. Arsy menarik nafasnya, gadis itu berharap Daniel tidak ada dirumah sekarang. Arsy melangkahkan kakinya. Yang pertama ia lihat adalah Pak Hasan, satpam dirumah Oma alias suami Ibu Dina. "Non? Non kemana aja semalaman? Oma nyariin Non Arsy dari semalem." ujar Pak Hasan. "Saya pulang keru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN