Dengan telaten, Daniel menyuapi Arsy yang memang kesusahan untuk makan. Satu tangannya terpasang jarum infus, satunya lagi terpasang perban gips dan kain penyangga. Sesekali mereka tertawa karena Ardan yang berceloteh di samping sebelah kiri. "Daddy, kata Daddy di rumah Jakarta banyak mainan Ardan, tapi kita sudah pergi ke tiga rumah, tapi kok mainanku gak ada?" celoteh Ardan dengan lucunya. Daniel gelagapan sedangkan Arsy terkekeh geli. "Iya Sayang, nanti kita beli lagi mainan Ardan yang banyak ya, sekarang kan Mommy sedang sakit jadi kita gak bisa peri tanpa Mommy dan Risa." ujar Daniel. "Kamu kalo mau pergi sama Ardan, pergi aja gak papa." ujar Arsy. Daniel menggeleng. "Nanti aja kalo kamu udah sembuh." sahutnya. "Tapi Ardan mau mainannya." "Sayang, kamu mau kan kalo beli mainan

