50. Harapan

1082 Kata

Daniel menatap punggung Arsy di depannya. Wanita itu tidur dengan memunggunginya. Daniel merasa ada yang aneh pada Arsy. Wanita itu tiba-tiba saja mendiaminya. Daniel mengelus punggung Arsy. "Tidurnya jangan gitu, nanti tangan kamu sakit." ucapnya karena tahu jika Arsy tidak benar-benar tidur. Daniel menarik bahu Arsy dengan sangat pelan agar wanita itu tidur terlentang. "Apa sih, Dan?" tanyanya "Jangan kaya gitu tidurnya, nanti tangan kamu sakit." ujarnya lagi. "Sakit barusan kamu pegang." ucap Arsy yang entah kenapa terdengar ketus di telinga Daniel. "Maafin aku, Sayang." Arsy memutar bola matanya seraya mengalihkan pandangannya ke samping. Ucapan Floria benar-benar bersarang di benaknya. Arsy tidak ingin mempercayai ucapan perempuan itu, namun tetap saja ia kepikiran. "Kamu kena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN