"Kenapa kau tiba-tiba bilang begitu?" tanya Christ. Auranya berubah jadi suram, membuat Lyla jadi heran. "Aku hanya... tiba-tiba kepikiran," balas Lyla. "Itu tergantung dari reaksi keluarga kita. Tapi yang jelas, apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu dan anak kita. Aku janji. Kalian tanggung jawabku," Lyla tertegun, Christ berkata dengan sangat serius. Padahal sebelumnya ia hanya iseng bertanya seperti itu. "Aku percaya padamu," ucap Lyla. "Jadi... aku harap kau tidak melapurkan kepercayaanku." ••• Christ sibuk di depan laptopnya, mengerjakan pekerjaan kantornya yang malah menumpuk menjelang liburan. Masalah di antara customer dengan online shop perusahaan masih berlanjut. Ditambah masalah-masalah lainnya. Ia sebenarnya ingin menceritakan tentang hal ini pada Lyla, tapi

