“Tuan, terima kasih bunganya, dan tentu saja undangan makannya.” Ucap Magenta saat mereka makan bersama untuk kedua kalinya di dalam resto, tepat disamping kaca Pari Pesiar yang memisahkan mereka dengan dunia bawah laut. Pemandangan laut yang indah mengurangi kekakuan yang terhidang di meja makan. Magenta sengaja mengalihkan kursinya agar membelakangi laut yang terpisah hanya 40 cm di belakangnya. “Sama-sama. Saya juga berterima kasih karena nona telah sudi memenuhi undangan saya. Hhm, anda terlihat cantik, nona. Tentu saja semua penggemarmu akan setuju dengan pujianku ini.” Moran tak mengalihkan pandangannya pada Magenta yang berbalut gaun malam yang sederhana.. Oh Tuhan… kenapa dia semakin memesona? batin Moran, si David tua. “Terima kasih

