Zia dan Shachi sedikit bergeser tempat tugasnya. Kini mereka bertugas di Ruang Kultur Jaringan sektor pertanian. Pengawasnya, Herge menggeleng-gelengkan kepala tanda ia tak sabar dengan pekerjaan dua anak remaja itu. Hhhhgggrrrhhh… kalau tak ingat mereka adalah ujung tombak (tumbal) percobaan-percobaan berbahaya, dimana mereka tak menyadari tingkat bahaya akibat keintiman mereka dengan zat-zat kimia itu, aku lebih memilih anak Wangsa Sebelas dari sekolah khusus Wangsa Sebelas yang baru lulus. Mereka jelas lebih berhati-hati, bertindak efesien, dan lebih smart. Tapi tak mungkin anak anak Wangsa Sebelas itu ada di sini sebagai siswa magang. Karena para orang tua mereka yang Wangsa Sebelas – lebih mengerti- segala resiko di sektor ini, tak kan s

