BAB. 6. SALAM PENYELAM (bagian 1)

1466 Kata

                 Zia dan Shachi sedikit bergeser tempat  tugasnya. Kini mereka bertugas di Ruang Kultur Jaringan sektor pertanian.  Pengawasnya, Herge menggeleng-gelengkan kepala tanda ia tak sabar dengan pekerjaan dua  anak remaja  itu.             Hhhhgggrrrhhh… kalau tak ingat mereka adalah ujung tombak (tumbal) percobaan-percobaan berbahaya, dimana mereka tak menyadari tingkat bahaya akibat keintiman mereka dengan zat-zat kimia itu, aku lebih memilih anak Wangsa Sebelas dari sekolah khusus Wangsa Sebelas yang baru lulus. Mereka jelas lebih berhati-hati, bertindak efesien, dan lebih smart.         Tapi tak mungkin anak anak Wangsa Sebelas itu ada di sini sebagai siswa magang. Karena para orang tua mereka yang Wangsa Sebelas – lebih mengerti- segala resiko di sektor ini,  tak kan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN