Chapter X.2

1904 Kata

Ai memberikan pukulan dengan telapak tangan terbuka di belakang leher Ariel. Bunyi tamparan di tengkuk itu lumayan nyaring dan berhasil menyadarkan Ariel, sekaligus juga berhasil menyita perhatian orang-orang di koridor lantai 3 itu. “Tenangkan dirimu, bodoh,” cetus Ai tanpa perlu meninggikan intonasi suaranya, dan Ariel hanya bisa meringis sambil mengusap-usap tengkuknya sendiri. “Tolong maafkan dia, semalam dia harus lembur menyelesaikan beberapa tugas Armour. Ditambah lagi dengan banyaknya tugas kuliah. Dia cukup stress belakangan ini,” ujar Ai kepada beberapa orang di sekitarnya yang memperhatikan mereka sejak tadi. Meski Ariel lebih tinggi dari Ai, tapi tangan Ai tetap sampai di kepalanya dan memaksanya membungkuk minta maaf. “Cepat minta maaf sebelum orang-orang jadi salah paham,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN