Belakangan ini, kemampuan telepati Ai semakin sensitif. Ia mulai bisa mendengar isi pikiran orang lain bahkan tanpa bertatapan mata, termasuk juga mereka yang sama sekali tidak akrab dengan Ai. Hal itu membuat Ai semakin kerepotan. Seperti siang ini, saat ia akan berpindah kelas dan harus melalui taman tengah kampus, tempat di mana mahasiswa SSU gemar menghabiskan waktu sambil menunggu mata kuliah selanjutnya. “Hei, yang itu bukan?” “Iya, Aisyah Chandra.” “Masih semuda itu? Apa tidak aneh?” “Apa maksudmu aneh? Kapten Faisal juga kan masih sangat muda.” “Jangan dibandingkan dengan Kapten Faisal dong, dia itu pengecualian.” “Apa sih yang mereka kerjakan di Divisi 7 Armour?” “Mana aku tahu, kenapa tidak kau tanya saja?” “Kau saja coba panggil dia.” “No way, bagaimana kalau aku dicue

