Dalam perjalanan kembali ke rumah Suyi, sekujur tubuh Fais rasanya pegal-pegal. Bukannya apa, sebenarnya Fais tidak begitu terbiasa dengan rasa sakit secara fisik, karena selalu ada Niya yang bisa menghilangkan semua rasa sakit kalau terluka setelah menjalankan misi. Tapi kali ini, kakinya yang belum sembuh total juga kembali terasa nyeri akibat berkali-kali mempraktekkan roundhouse kick untuk mengajari anak-anak itu. Ditambah lagi, tangan kanannya juga memerah dan perih seperti baru saja tersiram air panas gara-gara tidak biasa memukul bola voli. Karena setelah kegiatan mengobrol sambil duduk-duduk santai di lapangan itu – sesekali diselingi dengan praktek dasar-dasar beladiri – Zahra ngotot mengajarkan Fais main voli. Katanya, supaya lain kali Fais bisa ikut main bersama yang lainnya.

