Chapter IX.6

1982 Kata

Pagi ini, lagi-lagi Fais dibangunkan oleh kicauan burung dan embusan angin dari jendela kamar yang terbuka. Ia memang tak mau menutup jendela kamarnya di malam hari. Kunang-kunang yang berterbangan di kebun itu terlalu indah untuk diabaikan. Kadang malah Fais tertidur dengan posisi duduk dan menopangkan kepalanya di jendela kamar. Jika Zahra tahu, ia pasti marah karena khawatir akan banyak nyamuk. Tapi Fais sendiri tak pernah merasa tidurnya terganggu karena nyamuk. Fais menguap dan mengangkat punggungnya dengan malas. Ini pertama kalinya ia melewatkan hampir dua minggu penuh tanpa melakukan apa-apa. Rasanya sekujur tubuhnya memberontak minta digerakkan. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang dari pintu samping. Fais menjulurkan lehernya untuk melihat keluar jendela. Zahra baru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN