Sonia masih bergelayut manja di lengan Damian, dan sesekali mengecup pipi Damian saat mereka sudah berjalan mendekati paviliunnya. “Damian, sayang. Para gadis itu tidak akan laku di club. Haha. Lihat saja begitu penampilan mereka.” Seru Sonia mengejek. Damian hanya tersenyum sinis. “Sebenarnya aku juga berpikir begitu.” Damian menoleh ke arah Edgard. “Edgard, kurasa pekerjakan saja mereka di perkebunan.” “Baik, Tuan.” Jawab Edgard cepat sambil mempersilahkan Damian masuk ke paviliun. Damian baru akan melangkahkan kakinya saat sebuah suara yang mengagetkan mereka. Dor Damian pun langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara itu yang sepertinya cukup jauh. Damian berbalik dan melirik Edgard. "Siapa yang menembak?" Damian melirik tajam ke arah Edgard. "Akan kupasti

