Damian duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan tajam. Tidak lama kemudian, beberapa pengawal mendorong dua orang masuk ke ruangan itu dan menghempaskan tubuh kedua orang itu sampai jatuh berlutut di hadapan Damian. Dengan wajah tenang dan tatapan membunuh, Damian memandang Sonia, wanita yang sudah beberapa kali menemaninya menyalurkan hasratnya. Tidak dapat dipungkiri Sonia sangat cantik dan menggoda. Bahkan ia bercinta dengan hebat. Namun Damian tidak pernah menerima pengkhianatan. Apalagi dilakukan bersama seorang pekerja perkebunan rendahan. Itu mengingatkan Damian akan Melia. Pekerja perkebunan rendahan yang menjadi simpanan ayahnya. Dan sekarang Sonia dengan bodohnya mengulang hal yang sama. Hal yang sangat dibenci oleh Damian, yaitu berselingkuh dengan pekerja rendahan. Sonia

