Dastan: ~~~~~ Sudah dua hari ini gue kembali dari Jember, tapi gue merasa Kiara tak mengacuhkan gue sejak pertama gue datang. Ah...Mungkin cuma perasaan gue aja. Lamtas gue menghampiri Kiara yang sedang sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam kami. "Masak apa?" tegur gue sambil duduk di kursi bar yang mengarah ke dapur. "Lodeh sama bandeng presto. Mau request yang lain?" "Enggak, itu aja." "Oke." Gue pengin membahas soal Karenina, tapi rasanya ini bukan waktu yang tepat. Energi tubuh Kiara ada di titik negatif kayaknya. Gue takut pengakuan gue bukannya menyelesaikan masalah malah menimbulkan masalah baru. "Dapat hasil apa ketemuan sama mantan temen kantor kamu, Kia?" "Kita bahas setelah makan malam," ujar Kiara dingin. "Oke. Eumm...kamu baik-baik aja, Kia?" "Hm..." jawab K

