Dastan: ~~~~~ Sesampainya di rumah orang tua Kiara, gue mencoba menghubungi Kiara. Gue menyesal sudah membentak dia seperti tadi siang. Kata-kata Nadine tadi sore juga masih terngiang-ngiang di benak gue soal Kiara sedang menghadapi hari yang berat. Bikin gue kepikiran aja. "Assalamualaikum." "Walaikumsalam. Lagi apa, Kia?" "Lagi nemenin Daka maen. Dia baru selesai nenen." "Video call aja ya. Aku jadi kangen Daka." Kiara memutus sambungan teleponnya. Menggantinya dengan sambungan video call. Di layar ponsel gue muncul wajah Daka sedang berdiri berpegangan sofa di ruang televisi. Daka tertawa melihat ke arah ponsel Kiara. "Assalamualaikum Papa. Daka kasih dadah, nak." Itu suara Kiara. Daka melambaikan tangan kirinya. Mengerti dengan ucapan Kiara. Gue tertawa sendiri melihat tingkah

