Kiara: >>>>> Sudah lima belas menit aku menunggu Dastan selesai dengan pekerjaannya. Namun suamiku itu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Baru setelah aku menyelesaikan membaca halaman terakhir majalah bisnis di tanganku, sebuah tepukan di pundak membuatku menoleh. "Maaf lama. Tadi servernya down, jadi aku nggak bisa logout buru-buru dari userku," jelas Dastan, menyodorkan tangannya, memintaku berdiri. Namun dia melepas tanganku begitu saja ketika aku sudah berdiri. Kami berdua berjalan beriringan menuju lift yang akan mengantar ke basemen, lokasi mobil Dastan diparkir. Beberapa kali punggung tangan kami bersentuhan, tetapi Dastan tidak berinisiatif menggandeng tanganku seperti biasanya. Mungkin karena masih berada di lingkungan kerjanya. Begitu pikiran sederha

