Dastan: >>>>> Gue saat ini berada di kafetaria. Menanti pesanan makan siang gue diantar ke meja yang ada di ruang merokok. Fandi dan Danu menyusul kemudian. Siang ini nggak banyak yang gue obrolkan dengan mereka berdua. Fokus pikiran gue menarik paksa untuk mengingat setiap ucapan yang disampaikan oleh Kiara soal hubungan Delisha dan Ferdian. Meski sudah berakhir lama tapi entah kenapa sedikit menyisakan perih di hati gue. "Tumben makan siang beli, Pak? Biasanya dibawain bekal?" tegur Danu melihat pesanan gue datang. "Pasti lagi perang dingin," sahut Fandi sambil tertawa cekikikan. Danu hanya menutup mulut dengan telapak tangannya sendiri. Sedangkan gue sama sekali nggak berminat untuk menjawab celetukan Fandi. Gue memilih bergegas menandaskan makan siang

