Sore, sebelum transplantasi ginjal tersebut dilakukan, Samuel menelepon sang papa jika akan datang terlambat karena pesawatnya delay. Dia yang sehari sebelumnya melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri dan baru mendapatkan kabar dadakan dari sang papa di hari itu, tentu tidak dapat melakukan apa-apa. Samuel hanya dapat menunggu dengan pasrah, keberangkatan pesawatnya. Ketika pesawat yang Samuel tumpangi tiba di bandara, hari sudah malam. Saat itu sang papa mengabarkan jika operasi mamanya masih berlangsung. Samuel pun bergegas menuju rumah sakit. "Siapa yang mendonorkan ginjal untuk mama, Pa? Kita harus pastikan, setelah ini kehidupannya baik-baik saja. Jangan cuma dikasih 200 juta, seperti yang telah kita janjikan. Tambah dan kalau perlu, tanggung biaya hidupnya selama dia mau." Ba

