Bab. 15 - Pendarahan

1200 Kata

Eyang Tuti semakin bahagia dengan kehadiran Meisya, setelah wanita berusia senja tersebut mengetahui siapa sebenarnya gadis belia itu. Rupanya, nenek Meisya dari pihak ibu adalah sahabat lama Eyang Tuti. Wanita tua itu juga mengenal baik almarhumah mamanya Meisya. "Eyang tidak nyangka, bisa dipertemukan dengan cucunya Rima. Dia itu dulu sewaktu masih sekolah, mirip banget sama kamu, Nak. Tidak seperti mamamu yang mirip Rudi, kakekmu." Eyang Tuti menciumi Meisya dengan gemas. Netra tuanya sampai berkaca-kaca karena rasa haru, dipertemukan dengan cucu sang sahabat. "Laksmi makin lega meninggalkan Sasya di sini, Yang, karena ternyata Eyang sahabatan sama neneknya Sasya," kata Laksmi, mengurai keharuan Eyang Tuti. "Sya, mulai sekarang kamu tinggal di sini, ya. Jangan mikir cari kerja ata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN