Udara di dalam Mansion White selalu punya aroma yang sama, wangi kayu berkualitas mahal bercampur bau pastry hangat entah dari dapur mana. Begitu Ivan dan Loli melangkah masuk, suara tawa dari ruang tengah langsung menyambut mereka, ramai, berkelas, tapi tetap terasa seperti rumah. Semua orang terlihat ceria dan penuh tawa, kecuali Tania yang tampak seperti baru diputusin, padahal dia bahkan nggak punya pacar. “Hello, sweetheart... Oh my God, mama kangen sekali,” seru Maya sambil bangkit dari duduknya dan langsung memeluk putri bungsunya dengan erat. Loli membalas pelukan itu hangat, sambil mengusap punggung sang mama. “Aku juga kangen banget sama mama... kangen semuanya,” ujarnya pelan sebelum melepaskan pelukan mereka. Maya lalu menoleh ke arah menantunya. “Ivan, ayo duduk, Nak. Tadi

