Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta dengan sekali transit di Dubai, akhirnya Ivan, Jeremy, dan Cedric tiba juga di Paris. Udara musim semi menyambut mereka dengan lembut, wangi bunga bercampur aroma tanah basah setelah hujan semalam. Langit masih pucat, tapi matahari mulai naik perlahan di balik deretan bangunan klasik yang berbaris rapi di kejauhan. Begitu keluar dari bandara Charles de Gaulle, mereka langsung dijemput oleh sopir keluarga White. Mobil hitam mengkilap itu meluncur tenang menerobos lalu lintas pagi, menyusuri jalanan yang dipenuhi dedaunan muda dan papan toko yang baru saja dibuka. Dari balik kaca, Ivan hanya diam. Tatapannya kosong menembus jendela, seolah sedang mencari jawaban di antara kabut tipis yang melayang di udara. Jeremy duduk di sebelahnya, earph

