Bandara Soekarno–Hatta masih ramai meski matahari baru saja muncul. Suara roda koper beradu dengan lantai granit, bercampur panggilan boarding dari pengeras suara yang membuat suasana semakin sibuk. Loli menyeret kopernya, bibir manyun, rambut diikat seadanya, dan kacamata hitam besar menutupi separuh wajahnya. “Keren… tampang gue sekarang kayak artis gagal kabur dari infotainment,” gumamnya sambil mendengus, jelas kesal Ivan yang berjalan di sampingnya tampak jauh lebih tenang, kemeja putihnya rapi, koper hitamnya menggelinding mulus, aura cool nggak berkurang sama sekali. Kontras dengan Loli yang berkali-kali nyaris tersandung tali sepatunya sendiri. “Loli, bisa tidak kamu copot saja kacamata hitam itu? Jalannya sempoyongan kayak orang mabuk,” tegur Ivan, menoleh sekilas tanpa mengura

