Episode 15

1705 Kata

Seusai menghabiskan makan malam, Bi Lastri mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamarku. Tangisanku telah berhenti berkat pelukannya, dan kini aku mencoba untuk membaringkan tubuh ke atas kasur. Namun tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku menyibakkan selimut dari atas tubuh lalu beranjak menghampiri pintu. Setelah berhasil menarik handle pintu, terlihat Mama tengah berdiri menatapku dengan senyuman tipisnya.   “Mama boleh masuk?” tanya Mama lembut. Aku mengangguk lalu berjalan terlebih dahulu ke atas kasur sementara Mama mengikuti setelah kembali menutup pintu kamar. Mama mulai menduduki pinggiran kasur, persis seperti posisi Bi Lastri tadi. Tangannya kini mengusap kepalaku lembut dengan senyumannya yang semakin jelas.   “Celine, Mama memang sempat kecewa sama Cel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN