Kenny tersenyum sinis saat memandang wajah Danish yang hanya terdiam menatapnya. “Oh, ternyata ini yang lo bilang kalau lo lebih pilih persahabatan kita dibanding cinta?” ujar Kenny. Danish yang menyadari jika Kenny tengah memandangnya penuh kecewa itu pun dengan perlahan mulai melangkahkan kakinya ke arah Kenny, “Ken, gue—“ “Berhenti!” perintah Kenny, “Gak usah lo samperin gue. Sekarang gue udah tau kalau ternyata selama ini lo bukan sahabat yang baik!” lanjutnya. “Cukup Ken.” Kini Lesya yang berbicara, “Dengan apa yang udah Danish lakuin buat lo, lo masih bisa bilang kalau dia bukan sahabat yang baik? Lantas gimana sama diri lo sendiri? Lo bahkan paksa Danish untuk mengorbankan perasaannya cuma demi lo. Apa lo pikir lo sahabat yang baik buat Danish?” tegas Lesya. Kenny menatap

