Keesokan harinya ketika tiba di area sekolah, Celine dikejutkan oleh Lesya yang tiba-tiba muncul dari belakang lalu merangkul bahunya. “Selamat pagi!” Dengan wajah yang ceria, Lesya menatap Celine yang terkejut. Celine menghela napas, “Astaga Sya, kaget tau.” protes Celine. “Selamat pagi juga.” lanjutnya. Lesya tertawa kecil, “Nanti pulang sekolah jadi kan anter gue ke Mall cari kado buat Danish?” tanya Lesya kemudian. Pada malam hari kemarin ia telah menelepon Celine dan memintanya untuk menemaninya pergi ke Mall pada sore hari ini. “Iya, jadi kok. By the way, lo hari ini gak berangkat bareng Danish?” Celine bertanya sambil mencoba mengedarkan pandangannya ke arah sekitar untuk mencari keberadaan Danish. Lesya menggeleng, “Enggak, karena rumah gue dan Danish lumayan jauh, jadi ka

