Saat bel istirahat berbunyi, seperti biasa Celine berjalan beriringan bersama Lesya untuk menuju kantin. Namun di sela-sela langkah keduanya, mereka dikejutkan oleh sesorang yang datang lalu merangkul bahu Lesya. Celine terkejut untuk yang kedua kalinya hingga langkahnya terhenti ketika ia melihat wajah seseorang yang saat ini tengah tersenyum menatap lurus ke depan sementara Lesya mulai menghentikan langkahnya lalu mencoba melepaskan rangkulan laki-laki itu. “Kenapa? Kalau lagi kayak gini pasti ada maunya.” ujar Lesya pada laki-laki itu. Celine yang masih terdiam menatap tak percaya pun akhirnya mulai membuka mulutnya, “K-kalian pacaran atau...?” tanyanya dengan terbata. Lesya yang semula masih menatap laki-laki itu pun mulai menoleh ke arah Celine lalu tertawa sambil merangkul bahu

