Episode 12

1757 Kata

Saat berjalan masuk ke area sekolah, aku melihat Keenan baru saja turun dari sepedanya. Kini, langkahnya berjalan tak jauh dari langkahku. Sesekali, matanya mencoba melirik ke belakang, hingga akhirnya langkahnya terhenti. Ia pun mulai menatapku yang juga ikut terhenti.   “Kok lo gak ngejar gue? Tumben banget.” tanya Keenan dengan raut wajah herannya. Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya terkekeh sambil berjalan mendekatinya.   “Ciye, kangen ya?” ledekku sambil mencolek dagunya.   “Pede banget lo. Gue cuma ngerasa aneh aja ngeliat lo diem sok pura-pura acuh kayak tadi. Lo sehat kan?” Tangan kanannya mulai memegang dahiku. Sementara aku hanya bisa memandangnya sambil tersenyum. “Pantes aja. Anget.” lanjutnya.   “Enak aja!” gerutuku sambil menepis tangannya, “Ya, gue cuma mau jadi pend

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN