*Keesokan harinya* Aku dan Mama menoleh ke arah Kak Alice saat ia beranjak keluar dari kamarnya dengan mengenakan seragam sekolah lalu menghampiri kami di meja makan. “Loh Sayang, memangnya kamu udah gak sakit?” tanya Mama setelah menghentikan aktivitas mengoles selai cokelat pada selembar roti. Sambil mencoba menduduki salah satu kursi, Kak Alice menggeleng, “Nggak Ma, Alice udah sehat kok.” Aku hanya terdiam sambil terus menatap Kak Alice yang mencoba mengambil selembar roti di atas meja dan melahapnya tanpa mengoleskan selai terlebih dahulu. Tak lama kemudian, kami mulai bangkit dari meja makan dan berjalan keluar setelah berpamitan dengan Mama. Terlihat Kak Dafa yang juga keluar dari rumahnya menuju sepeda motor yang terparkir di halaman. Seperti biasa, tak perduli seberapa ketu

