Kini keduanya terduduk di kursi yang tersedia di lobby kantor. Tak hanya itu, Ricko juga meminta seorang office boy membuatkan secangkir teh hangat untuk Celine. “Silakan diminum dulu.” pinta Om Ricko seraya mempersilakan Celine menikmati secangkir teh yang baru saja diberikan oleh seorang office boy. “Terima kasih, Om.” Setelah mengangguk, Celine pun mengangkat cangkir tesebut lalu menyesapnya dengan perlahan. “Jadi, kamu sekarang nggak tau di mana keberadaan Papa kamu?” Sambil kembali menaruh cangkir itu di atas meja, Celine menggelengkan kepalanya, “Pemilik baru rumah sebelumnya bilang kalau Papa udah pindah sejak 5 bulan yang lalu. Mereka udah sempat kasih nomor Papa ke Celine sama Kak Alice, tapi ternyata nomor Papa itu udah gak aktif.” “Sayang sekali, kebetulan nomor Pap

