Episode 30

1687 Kata

Aku menghela napas panjang ketika mulai memasuki area sekolah.   “Hari pertama tanpa ada Keenan di kelas. Apa semuanya akan baik-baik aja?” Beberapa bulan lagi menuju kelulusan, harusnya rasanya tak akan sesulit ini. Bukankah seharusnya ada Keenan dan tak ada Keenan rasanya sama? Sekali pun ia ada, ia cuma akan tetap berada di tempat duduknya dengan mulut yang tertutup rapat, ia tak akan mengeluarkan sepatah kata pun kecuali hal itu penting untuk dikatakan.   “Iya, jadi gue anggap aja kalau Keenan masih sekolah di sini!” ujarku sambil mengepalkan jari-jari tangan kanan. Ketika kembali melangkah, mataku tak sengaja melirik ke arah Parkiran. Dengan terkejut, aku menatap ke arah sepeda Keenan yang terparkir di sana.   “I-itukan sepeda Keenan? Iya itu bener sepeda Keenan, berarti Keenan g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN