Puku tiga pagi Reynata terbangun. Ia merasa lelah luar biasa. Rambutnya yang acak acakan juga tubuhnya yang terasa letih membuat pikirannya menjadi tidak berfungsi. Reynata meraih ponselnya. Delapan belas kali panggilan tak terjawab dari Satria. Serta dua puluh tujuh pesan w******p. Malas membaca pesan yang masuk Reynata langsung menelphon. Hanya satu kali panggilan berdering Satria langsung mengangkat panggilan telp itu. "Kamu dimana?" "Aku di hotel." "Kenapa kok di hotel bukannya kamu berjanji akan menjemputku?" "Aku tadi sudah telp tapi tidak terangkat. Tadi sudah terlalu malam aku panik, anak anak belum kupesankan makan malam. Jadi aku minta pak Sukri langsung mengantarku balik ke hotel. " Reynata menjelaskan panjang lebar pada Satria. Ia ingin tidak ada gejolak yang muncul sam

