Pria yang memiliki kuasa di tempat itu berdiri tegap di hadapan semua karyawannya. Selena mendampingi di sebelahnya dengan notebook di tangannya. “Selamat siang semuanya,” sapanya ramah, tanpa menghilangkan aura dinginnya. “Selamat siang Pak Fabio,” jawab mereka serentak. “Maaf, jika saya harus mengumpulkan kalian mendadak seperti ini karena ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan kepada kalian semua di sini. Sebenarnya ada satu hal kabar baik yang ingin saya sampaikan, tapi ternyata ada hal buruk juga yang mendadak saya harus sampaikan juga.” “Apa ini soal Pak Danu?” gerutu Nadia pelan. “Kamu bicara apa sih, Nadia?” tanya Sarah heran melihat mulut Nadia komat-kamit sendiri. Nadia menggeleng pelan. “Pertama ada kabar duka yang datang dari pak Danu atasan kalian yang dulu. Kemari

